Kutapakkan kakiku
Di atas aspal yang keras
Aku menyusuri jalan ini
Sendiri
Tanpa dia
Hujan turun mengalir
Menyamarkan tetes air mataku
Tapi, walaupun begitu
Sepertinya matahari
Tak enggan menampakkan sinarnya
Aku menatap sehelai daun
Yang perlahan, jatuh
Menyentuh tanah hijau
Berpadu dengan daun lain
Yang telah gugur,
Pasrah
Menyatu dengan tanah
Sepertinya
Hari ini, langit mengacuhkanku
Awan terlihat menjauhiku
Hujan terus menghunjamku
Tapi, seperti biasa
Matahari tetap menyambutku
Aku teringat lagi
Lembutnya keningmu
Halusnya pipimu
Cerahnya wajahmu,
Tapi entah kenapa
Sekarang,
Hujan pun, terlihat lebih cerah
Apa yang memisahkan kita?
Apa itu matahari?
Apa itu langit?
Atau mungkin, hujan?
Kelihatannya
Aku terus berkelana di dunia mimpi ini
Mencoba untuk melupakanmu
Namun, sepertinya
Namamu tetap menghujaniku
Seperti tetes air
Saat hujan.
Semoga aku sanggup untuk membuangmu
Jauh, dari kenanganku.
Walaupun aku tahu
Kau akan tetap hadir
Menghantuiku
Di derasnya hujan ini.
Rafi
17 September 2013

walaupun aku tahu, kau tak akan sirna, dari dunia yang fana ini.
BalasHapus(Y)
Hapus