16 Maret 2014

Denting Piano

Lembaran tirai merah terbelah dua
Menampakkan sesosok wanita muda
Duduk menunduk di hadapan piano putih

Kilau mutiaranya menggertak jiwa
Alur fantasi mengarungi gaun merahnya
Lekukan bibirnya membelai hati
Melepas lirih hasrat dari perangkap sunyi

Balutan sutra memancar megah
Terseret di sisi dua tangkai bunga dahlia
Jari lentiknya memainkan nada nan merdu
Dengan tapak kaki yang dihentak saru
Menari mengikuti melodi biru

Denting piano terus bersenandung
Membuka setiap kisah yang tertinggalkan
Mematahkan semangat yang menyendiri
Menyusuri barisan angan pahit
Menyisakan serpih harapan sepi

Jarinya menari-nari
Menggemakan dentang lagu piano putih
Gelombang tango membelai lantai keramik
Melilit gairah yang berkobar lepas
Dalam satu irama yang kelam

Matanya terpejam
Terbawa hembusan hawa euforia
Mengikuti rangkaian melodi yang ceria
Mengarungi permadani laut yang luas
Ditiup angin dingin yang lemas

Tangannya mengguncang panggung
Badannya terhempas ombak
Denting piano mulai memberat
Angin menghunjam keras
Diikuti tebasan hujan yang deras

Jarinya bergeser
Denting piano meringan
Layar putih terlihat di cakrawala
Menghadap lurus menuju tumpukan pasir merah
Membunyikan denting lembut bel emas

Jarinya terangkat
Matanya terbuka
Gemuruh penonton yang bersorak meledak di depan panggung
Sang pianis membungkukkan badannya
Menggaris senyum tipis di wajahnya
Sebelum menghilang
Di balik balutan tirai merah.




















Rafi
16 Maret 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar