ia hembus lagi sayu kala itu
hujan yang mengikutimu sejak pagi
semenjak mentari membasuh malam
hingga rembulan merangkul jingga
ia hembus lagi kabut kala itu
awan yang menderu pilu
dan malam yang masih bisu
menyimpan kata yang enggan kau tutur
pun ia menunggu di cakrawala
mencarimu di gugusan daun yang jatuh
pun aku ingin tahu pikirmu
dan apa yang kau lihat pada dunia
karenanya aku terpaku untukmu
meski engkau tak menginginkan itu
hingga kau melupakan ia;
pengunggis mereka yang tak bernama.
tetapi akan kuasah dekapku, niscaya
demi apa yang kau lihat pada dunia.
09:55
Tidak ada komentar:
Posting Komentar