Tenang seperti rintik hujan di malam hari
Jernih seperti tetes embun di pagi hari
Hangat seperti secangkir teh di sore hari
Cerah seperti matahari di siang hari
Tapi,
Kenapa aku masih belum bisa melihat sinarmu?
Kenapa aroma ini tetap terasa hampa?
Saat kamu menutup mata
Menenggelamkan diri ke dalam dunia mimpi
Di sana aku melihatmu
Berjalan di tepi sungai
Sendiri
Jalanan ini terasa sepi
Entah kenapa, aku merasa sendiri
Patra lentera perlahan menetes
Sepertinya, sebentar lagi
Aku akan sampai ke titik penghabisanku
Ironis, bukan?
Selama ini, aku terus merasa cukup
Terus merasa puas
Terus merasa bahagia
Sementara itu, tanpa kusadari
Hatiku terus mengganyah
Menangis keras
Kehilanganmu.
Aku melihat sebuah peti
Berisi semua kenangan kita
Suka dan duka, tangis dan tawa
Semua tersimpan dalam kepedihan
Di dunia mimpi ini
Senyap.
Aku menoleh asal
Mencari-cari sosokmu
Di dalam gelap.
Apa yang terjadi?
Apa perasaan melilit yang aku rasakan ini?
Cahaya putih mulai memancar
Ah,
Sepertinya,
Kamu sudah terbangun ya?
Tidak apa-apa,
Senang rasanya melihat kamu bahagia kembali
Bersamanya
Kelihatannya
Kerinduan masih membelengguku di sini
Walaupun aku sudah muak,
Aku tahu, aku tak bisa meninggalkan semua kenangan ini
Lenyap ditelan alam
Di dunia mimpi ini
Semoga kamu bisa melupakanku
Bagaimanapun juga..
Aku 'kan, hanya masa lalu yang terlupakan?
Rafi
2 Oktober 2013
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar