Dekap rasa mengikat hati
Tetes hujan menusuk batin
Candu kenangan merangkul hati
Akan kubawa sampai mati
Tabur bintang bertapa kepadaNya
Desir angin menghembus, menusuk dada
Sayup daun melambai ria
Sepertinya, hari ini
Kesedihan hanya berlabuh di hatiku
Aku menatap ke langit
Hanya untuk melihat awan tertawa
Kabut, masih menyelimuti ragaku
Cahaya bulan memancar indah.
Di malam yang kelam ini
Aku merasa dingin
Aku menapak di jalan sunyi ini
Cahaya remang menemani langkahku
Entah kenapa, tiba-tiba
Malam ini terasa sepi
Awan tak lagi bernyanyi
Aku termenung
Di atas jembatan fantasi
Menatap langit, pedih.
Lagi-lagi
Anganku terbang dibawa rindu
Seperti tangisan yang saru
Cinta
Sungguh pemandangan yang menyilaukan
Aku melihat mereka
Melangkah ke kehidupan baru, berdua
Penuh cinta
Tapi, entah kenapa
Bagiku, cinta
Hanya bayangan yang semu
Sudahlah,
Mungkin telah saatnya
Aku melangkah keluar dari bayangan ini
Menyambut matahari pagi
Membuang semua sepi di hati
Di atas jembatan angan ini.
Lagipula, Bukankah semua ini
Hanya sebuah ilusi yang pudar?
Rafi
3 Oktober 2013

Tidak ada komentar:
Posting Komentar