Kulangkahi lagi badanku
Ringan bagai bulu tertiup bayu
Aku menatap diriku nan rapuh
juga lilin redup yang menyertaiku
Entah kenapa mereka tertunduk di antaraku
Aku terdiam dikelilingi mereka yang sendu
Tak terasa kelam yang biasa menyelimutiku
Aku terpaku pada hampa di depanku
Menolehlah aku disapanya
Dua pilar yang tak kulihat kepalanya
Mereka bilang ingin mengantarku
Mereka bilang ingin memanggangku
Entah kenapa mataku kelabu
Aku teriak di ujung belenggu
Tak terasa kelam yang biasa menyelimutiku
Kusambut lelah, nanah, dan darah
Menolehlah aku diinjaknya
Dua pilar yang tak kulihat kepalanya
Mereka bilang jangan tanya
Mereka bilang ini neraka.
04:03

Tidak ada komentar:
Posting Komentar