Pohon rindang itu terus memanggilku
Dibalut selimut biru, engkau melambai lugu
Tak terpana saat badai menyapu bersih
Tak bergeming kala aku berlari letih
Aku takut senyummu hanya imajinasi
Walaupun untaianmu kian berkibar memanggil
Namun tak ragu anganku memekik saat
melangkah seorang rupawan dengan air telaga
Berkibas riang rupa auramu ketika
tetes air ia pandu kian derasnya
Tak berani kuduakan rona wajahmu kala itu
Walau bukan untukku engkau menggema rindu
Kusudahi anganku tertiup layu
Takkan kepadaku ia melekuk tersipu.
13:15

Tidak ada komentar:
Posting Komentar