Saat kita terduduk bersama
Pertama kali
Di bangku kayu kelas ini
Melepas tawa
Mengumbar cita
Terkilas kembali
Bagaimana kita membunuh waktu
Ditemani kesetiaan cahaya matahari
Dibawah hangatnya atap mahoni
Dan hembusan hangat angin pagi
Terpikir kembali
Kebodohan yang kita lalui bersama
Lelucon dan senda gurau
Kelakar dan permainan kata
Senyum lebar yang tak ada habisnya
Teringat kembali
Setiap hari, setelah bel berbunyi
Kita beristirahat bersama,
Berbagi riwayat perjalanan
Sejauh mata memandang.
…
Sampai tiba di sebuah titik,
Engkau terbaring lemas
Di selipat ranjang putih yang datar
Engkau tersenyum
'Aku baik-baik saja'
Senyummu sekali lagi terukir
Sampai akhirnya Tuhan memanggil
Bunyi panjang elektrokardiogram mengiringi napas terkahirmu
Bunyi ucapan selamat tinggal,
Bunyi sebuah penghabisan,
Bunyi kematian.
'Tamat'.
Matamu tertutup.
…
Kadang, saat angin menghangatkan hidup
Badai datang merusak damai
Kadang, saat kita berayun sayu
Hujan hadir mengguyur
Kadang, Takdir memang tak adil
Dan kadang, satu-satunya yang bisa kita lakukan
Hanyalah berharap.
Selamat tinggal.
Untuk Rio
Di atas sana
Rafi
17 Desember 2013

Tidak ada komentar:
Posting Komentar